02 Nov 2026

RAGAM — 54 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kota Bukittinggi, mulai mengikuti latihan dan pendidikan, yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota, melalui Badang Kesbangpol. Pelatihan dan Pendidikan dibuka langsung Wali Kota, di Balairung Rumah Dinas Wako, Senin, 20 Juli 2026.

Kepala Badan Kesbangpol Bukittinggi, Nenta Oktavia, menjelaskan, dari serangkaian seleksi, telah terpilih 54 orang Calon Paskibraka Kota Bukittinggi tahun 2026. Mereka terdiri dari 28 putra dan 26 putri, yang akan mengikuti pendidikan dan pelatihan sebagai persiapan melaksanakan tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kota Bukittinggi.

“Pendidikan dan latihan dimulai tanggal 21 Juli hingga 15 Agustus 2026. Selanjutnya, para Capaska, akan masuk ‘Desa Bahagia’ pada tanggal 8 hingga18 Agustus 2026. Para Capaska ini nantinya, akan dilantik dan dikukuhkan secara resmi oleh Bapak Wali Kota pada 15 Agustus 2026,” jelasnya.

Selama pelatihan dan pendidikan, lanjut Nenta, para Capaska Kota Bukittinggi Tahun 2026 akan diberikan materi pembinaan Ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan dan bela negara, kepemimpinan, pendidikan karakter, tata upacara bendera, peraturan baris-berbaris, pembinaan mental dan spiritual, pembinaan fisik, kesehatan, serta kedisiplinan.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, apresiasi kepada tim seleksi, pelatih dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan proses seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Bukittinggi. Menjadi anggota Paskibraka merupakan kebanggaan yang hanya dapat dirasakan sekali seumur hidup.

“Menjadi Paskibraka adalah sebuah kebanggaan dan kesempatan yang hanya datang sekali seumur hidup. Dari ratusan peserta yang mengikuti seleksi, hanya peserta terbaik yang berhasil lolos. Pemerintah Kota Bukittinggi menyerahkan sepenuhnya proses seleksi kepada tim, sehingga hasilnya benar-benar berdasarkan kemampuan dan potensi peserta,” ujarnya.

Wako berharap seluruh calon Paskibraka mempersiapkan diri secara maksimal, baik mental, fisik, maupun kedisiplinan. Pendidikan dan pelatihan ini bertujuan membentuk generasi muda yang berintegritas, berjiwa bela negara dan berdaya saing. Ia juga berpesan agar seluruh peserta menjaga disiplin, semangat dan kekompakan selama mengikuti pendidikan dan latihan.

Selanjutnya, Wako juga mengingatkan pentingnya memahami sejarah dan budaya bangsa, khususnya sejarah Bukittinggi sebagai Ibu Kota Darurat Republik Indonesia (PDRI). Wako menjelaskan, Bukittinggi menjadi salah satu dari tiga daerah di Indonesia yang menerima Bendera Duplikat Pusaka karena memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

“Sejarah dan budaya bukan sekadar untuk dibaca, tetapi harus dipahami dan dihayati. Dengan memahami sejarah, akan tumbuh rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap bangsa,” tegasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan akan dibimbing oleh pelatih dan pembina dari unsur TNI, Polri, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), tenaga kesehatan, psikolog, serta narasumber dari berbagai instansi terkait.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Bukittinggi juga melepas tiga putra-putri terbaik Kota Bukittinggi yang berhasil lolos seleksi sebagai Calon Paskibra tingkat Provinsi Sumatra Barat, yakni Fajar Jantan Padang Balak Harahap dari SMA Negeri 2 Bukittinggi, Siti Zahira Wadi dari SMA Negeri 1 Bukittinggi dan Keysha Epprilya Fashla dari SMA Negeri 5 Bukittinggi.

(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *