18 Apr 2026

Di balik kewajiban kita untuk menahan lapar dan haus, ternyata puasa bisa membawa dampak positif bagi tubuh bila dilakukan dengan tepat. Dilansir dari jurnal yang diterbitkan oleh University College of Medical Sciences dan Swami Vivekanand Subharti University, India, tahun 2012, saat perut kosong, tubuh akan melakukan proses detoksifikasi atau mengeluarkan zat-zat yang bersifat racun. Dampaknya, kadar lemak tubuh, gula darah, hingga tekanan darah bisa lebih dikontrol.

Sayangnya, tak sedikit orang yang menjadikan momen sahur dan buka puasa sebagai ajang ‘balas dendam’ untuk menyantap makanan dalam jumlah banyak. Apalagi sajian khas bulan Ramadhan mulai dari makanan berat hingga aneka takjilnya memang terlihat sangat menggugah.

Padahal terlalu banyak makan bisa membawa dampak yang kurang baik, seperti munculnya rasa lemas hingga gangguan pencernaan. Sebaliknya, menerapkan pola makan sehat dengan porsi secukupnya justru bisa menunjang kebutuhan energi dan gizi hingga waktu buka puasa tiba.

Salah satu cara mudah menerapkan pola makan sehat saat puasa tentunya dengan menyajikan makanan bergizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, dan vitamin. Selain itu, beberapa bahan makanan juga bisa dikombinasikan ke dalam menu sahur maupun berbuka demi menunjang stamina agar tidak mudah lemas.

Namun, bagimana caranya menjalankan puasa dan ibadah Ramadan namun tubuh tetap bugar? Kondisi fisik dan mental orang berpuasa perlu dipersiapkan. Agar tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa, ikuti tips berikut.

Sahur merupakan salah satu rangkaian dalam ibadah puasa Ramadhan yang sangat disarankan, Kenapa sahur penting bagi kita yang menjalankan puasa?. Saat menjalankan puasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan gizi kurang lebih selama 14 jam. Untuk itu supaya tubuh dapat menjalankan fungsi dengan baik, sel-sel tubuh membutuhkan gizi dan energi dalam jumlah cukup. Untuk menu sahur sebaiknya pilih makanan berserat dan berprotein tinggi, tapi hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis-manis.

Mengawali buka puasa dengan kurma dan air madu. Hal ini dapat memulihkan kadar gula darah dengan cepat. Hindari makanan berat seperti nasi pada waktu berbuka, namun laksanakan sholat Maghrib terlebih dahulu baru makan.

Hindari berbuka puasa dengan es, karena akan menyebabkan sirkulasi darah tidak optimal. pada kenyataannya banyak orang yang berbuka dengan es untuk menghilangkan rasa haus, padahal ini adalah kenyataan yang sebaliknya.

Kunyah makanan dengan baik agar kerja pencernaan menjadi ringan. Satu suap 33 kali kunyah.

Kurangi makanan berlemak, makanan yang diawetkan, penyedap rasa, minuman bersoda dan bumbu berbau tajam (cuka, cabe dan asam).

Pada malam hari usahakan juga untuk banyak minum air putih atau air madu untuk memperlancar peredaran darah dan mencegah dehidrasi.

Menjalankan puasa bukan berarti berhenti total berolahraga. Justru aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran peredaran darah agar kita tidak mudah loyo. Namun untuk urusan ini pilih olahraga ringan yang tak membutuhkan energi berlebih, seperti lari-lari kecil atau jalan kaki. Sebaiknya lakukan olahraga menjelang waktu berbuka. Tarawih juga merupakan aktifitas yang dapat menjaga kebugaran.

Tidur yang cukup akan membuat badan selalu fit saat melaksanakan puasa esok hari. Berpikir positif akan menjaga kesempurnaan puasa dan metabolisme tubuh kita.

Itulah beberapa tips bermanfaat untuk melancarkan ibadah puasa Ramadhan kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *