RAGAM — Presiden Prabowo Subianto telah instruksikan Kementerian Pekerjaan Umum, untuk menyeimbangkan pertumbuhan antar kawasan di Indonesia. Bukittinggi menjadi satu dari 50 kota prioritas di Indonesia yang menjadi bagian dari visi strategis Kementerian PU tersebut.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengaku, telah siapkan rancangan 50 kota prioritas 2025-2029 mendatang, sesuai instrruksi presiden. Instruksi itu juga mencakup pembangunan irigasi untuk ketahanan pangan, rehabilitasi sekolah, jalan daerah, zona ketahanan pangan hingga energi.
50 Kota prioritas itu, terbagi menjadi 10 metropolitan area, empat kota metropolitan yang diusulkan, empat kota kecil spesial dan 36 kota non-metropolitan. 36 kota non-metropolitan itu dibagi menjadi empat jenis, kota industri, kota pariwisiata, kota perdagangan dan kota pendidikan.
Kota Bukittinggi menjadi bagian pengembagan Kementerian PU untuk bidang pariwisata. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi Kota Perjuangan yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Ramlan Nurmatias dan Ibnu Asis.
Sejumlah penataan dan pembenahan, tengah dilakukan untuk mempercantik wajah kota, yang tujuan utamanya, memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Sehingga dengan tujuan itu, dampak terbesar nantinya, akan bermuara pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa minggu terakhir penataan kawasan Pasar Atas dan Jam Gadang menjadi fokus dari Wako Ramlan dan Wawako Ibnu.
Sinergi antara pemerintah pusat melalui pengembangan dari Kementerian PU dengan pemerintah daerah melalui penataan dan pembenahan kota ini, tentu akan semakin menjadikan Bukittinggi sebagai salah satu kota tujuan utama di Sumatera Barat, wisatawan domestik bahkan semakin menarik perhatian wisatawan mancanegara.
(**)
