18 Apr 2026

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sumatera Barat gelar bimbingan teknis pedoman perilaku penyiaran dan sandar program siaran (P3SPS), kegiatan ini dilaksanakan di Aula Balaikota, Selasa, 20 Juni 2023.

 

Ketua KPID Sumbar, Rahmadi, menyampaikan, bimbingan teknis P3SPS ini merupakan kegiatan runtin yang dilaksanakan oleh KPID Sumatra Barat. Tujuan kegiatan P3SPS diharapkan penyiar dapat mengaplikasikan aturan yang telah dipelajari dalam bersiaran dan untuk meningkatkan sensitivitas para pelaku industri penyiaran untuk menyiapkan konten-konten yang dibuat agar bermanfaat untuk masyarakat.

 

“Semoga dengan bimtek P3SPS ini lembaga penyiaran semakin memahami bagaimana mempersiapkan sebuah konten atau program dan lembaga Penyiaran dapat tunduk dan patuh pada ketentuan pelarangan atau pembatasan program siaran,” ujarnya

 

Komisioner KPI Pusat, Amin Shabana, menyampaikan, kegiatan ini dilakukan sebagai penyegaran kembali khususnya di kalangan industri penyiaran dengan selalu menghadirkan konten berkualitas bagi masyarakat, baik siaran lokal maupun nasional dengan memperhatikan kandungan P3SPS dan Undang-Undang Penyiaran No. 32 Tahun 2002 untuk memproduksi karya terbaiknya.

 

“Terutama saat ini yang merupakan tahun politik saya berharap tidak ada lembaga penyiaran yang akan terkena peringatan karena tidak mengikuti peraturan yang ada,” ujarnya

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Erwin Umar, menyampaikan, Sumatera Barat memiliki lebih dari 80 lembaga penyiaran televisi dan radio berizin, hal ini menandakan penyiaran di Sumatera Barat masih ada dan berkembang. Oleh karena itu, mengawasi media penyiaran tidak cukup dengan cara-cara parsial, di mana setiap komponen melakukan sendiri-sendiri tanpa ada koordinasi yang baik diantara seluruh stake holder.

 

Lembaga Independen Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) butuh berkolaborasi dan berorkestrasi bersama Pemerintah, Pelaku Penyiaran, masyarakat, dan Lembaga lainnya demi membangun tradisi pengawasan yang baik dan kontributif, agar lembaga penyiaran lebih sehat dan kontributif bagi masyarakat.

 

“Kita berharap pelaku penyiaran di Kota Bukittinggi dan Sumatera Barat terus melakukan inovasi dan memanfaatkan digitalisasi secara maksimal. Untuk itu dibutuhkan kreatifitas agar bisa bertahan di tengah keberagaman media digital saat ini,” ungkapnya

(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *