18 Apr 2026

Bukittinggi – Dinas Kesehatan, mulai lancarkan crash program polio sebagai upaya melindungi sasaran yang ada di Kota Bukittinggi dari penularan polio. Kegiatan ini dilaksanakan di posyandu Aur Batamu, Kelurahan Tarok Dipo, Senin, (6/3).

Kepala Dinas Kesehatan Bukittinggi, Linda Feroza, menyampaikan, Pelaksanaan Crash Program Polio ini dilaksanakan 1 minggu terhitung dimulai pada Maret hingga 13 Maret 2023 dan sweeping selama 5 hari berikutnya di Posyandu, Puskesmas, dan sekolah (PAUD) dengan target capaian sebesar 95 persen.

“Crash program Polio dengan memberikan imunisasi 1 dosis bOPV untuk anak usia 0 s/d 59 bulan dan 1 dosis IPV unuk anak usia 4 s/d 59 bulan. Jumlah Sasaran usia 0 – 59 yang ada di Kota Bukittinggi yang harus dilakukan imunisasi polio pada kegiatan Crash Program ini yaitu, data pusdatin sebanyak 12.224 orang, data riil 9145 orang sasaran” ujarnya.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, Penyakit polio merupakan penyakit pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus polio. Oleh karna itu Kota Bukittinggi merupakan salah satu kota yang akan melakukan Crash Program Polio dalam upaya melindungi sasaran yang ada di Kota Bukittinggi dari penularan Polio.

“Secara klinis penyakit polio diderita oleh anak dibawha umur 15 tahun yang menderita lumpuh layu akut. Kita targetkan Bukittinggi bebas polio,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *