18 Apr 2026

Bukittinggi, RAGAM — Wali Kota Bukittinggi terima penghargaan Pemerintah Kota Bukittinggi kolaborasi dengan Universitas Mohammad Natsir, gelar tabligh akbar bersama Ustadz Koh Dennis Lim. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balairung rumah dinas wako, Sabtu (01/07).

Wakil rektor 2 Universitas Moh. Natsir, Reni Khaidir, M. Kep, menjelaskan, keberhasilan membangun sumber daya manusia yang berpengetahuan sekaligus ber-akhlaqul karimah bertolak ukur dari keberhasilan dalam perguruan tinggi. Untuk itu, Universitas Muhammad Natsir serius membangun karakter muda yang Islami.

“Upaya tersebut dilakukan dengan memberikan pemahaman kepada mahasiswa dan masyarakat tentang agama Islam. Salah satu realisasinya dengan menggelar Tabligh Akbar bersama Ustadz Koh Dennis Lim, dengan tema membangun karakter Islam muda. Kami berharap, kerjasama bersama Pemko Bukittinggi, dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dapat terus terjalin,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Universitas Mohammad Natsir, juga berikan penghargaan dan anugerah pada Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, sebagai inovatif leader dalam bidang UMKM dan pariwisata.

“Kami sudah lakukan penilaian dan mempelajari bagaimana Wali Kota Bukittinggi selama kepemerintahannya bergerak di bidang UMKM dan pariwisata. Keberpihakannya pada UMKM dan bidang pariwisata, memang patut diakui dan dihargai. Program yang dilaksanakan, terbukti meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, mengapresiasi penilaian dan penghargaan dari Universitas Mohammad Natsir, terhadap program pemberdayaan masyarakat, yang dilaksanakan Pemko Bukittinggi.

“Terima kasih pada Universitas Mohammad Natsir. Apa yang kami lakukan murni untuk selamatkan ekonomi masyarakat. Kami berharap, sinergitas ini dapat terus terjalin, untuk kepentingan masyarakat, khususnya bidang pendidikan,” ungkap Wako.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Koh Dennis Lim, menyampaikan, generasi muda harus menjaga diri dengan meningkatkan iman dan taqwa. Ilmu yang digali harus dibarengi dengan memperdalam ilmu agama.

“Ilmu itu ibarat mahkota. Ilmu itu ibarat harta, ringan dibawa tapi tidak bisa dicuri. Makin tinggi ilmu, iman akan semakin kuat. Orang paling mulia di mata Allah adalah orang yang paling bertaqwa kepada Allah,” ujarnya.

(*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *